Dolan Kota Lama Semarang, bersama TelusuRI x Dutakola


ekawahyubudisantoso.web.id - Halo. Kemarin, hari ahad tanggal 28 Oktober 2018 adalah hari yang sangat istemewa. Ada acara dari TelusuRI dan DUTAkola.
TelusuRI adalah gerakan yang mengajakmu untuk menelusuri Indonesia tercinta dan menceritakannya pada dunia melalui tulisan, foto, atau video.

Sedangkan, DUTAkola adalah pemandu wisata kota lama.

Nah, dalam acara ini aku mewakili DOSCOM (Dinus Open Source Community) sebagai salah satu komunitas yang di undang.

Akan aku ceritakan bagaimana keseruan di acara ini.

Dolan Kota Lama Semarang, bersama TelusuRI x DUTAkola.


Selasa, 23 Oktober 2018.


Tanggal 23 Oktober ketua DOSCOM (Adin Comara) mengumukan acara ini di grup telegram pengurus. Mas Adin dapet info dari Mbak Mauren selaku Narahubung dalam acara ini. Aku tahu Mbak Mauren dari DOSCOM. Dia angkatan 2007 (Katanya). Dan juga dia suka ngeblog. Jadi, aku tertarik tuh ikutan ini hanya karena pengen ketemu Mbak Mauren. Hehe.

Acara akan diselenggarakan pada Minggu, 28 Oktober 2018. Untuk jam 08.30 - selesai. Dan mengisi form konfirmasi kedatangan yang paling lambat tanggal 27 OKtober pukul 15.00 WIB.

Ahad, 28 Oktober 2018.

Pada malam ahad, aku tidur kemalaman tuh karena maen dota 2 sama temen-temen. Dan alhasil bangun kesiangan, jam 08.00 kalau gak salah udah lebih berapa menit gitu. Aku buru-buru mandi lalu pesen Grab. Lalu menuju lokasi. Wusss.

Sampai situ acara sudah dimulai. Aku telat. Kyaaa. Gak papa lah telat daripada gak berangkat kan. Wkwkw.

Sampai situ aku langsung ikut tour. Sebenernya aku gak terlalu menikmati tournya. Yang aku kira di acara ini lebih ke percakapan atau sosialisasi antar individu. Ternyata nggak. Waduh, alhasil aku hanya merekam gedung-gedung tua yang menyejukkan mata.

Ada gereja Blenduk. Gereja ini sumpah, bagus banget. Ada juga Gedung Marba, yang ini gak kalah bagus. Apalagi gedung spiegel, untuk yang ini 'you da real MVP'. Bagus banget pokoknya.

Setelah berkeliling kota lama. Aku dan rombongan di ajarin cara membuat wayang suket. Bapaknya pro banget. Anaknya yang masih kecil juga pro sangat. Aku kalah guys. Wayang buatanku, gak mirip wayang. Haha. Lebih mirip... ya gak mirip apa-apa. Entah aku buat apa ya tadi. Wkwkw.



Gambar diatas menggambarkan betapa kesulitannya aku dalam membuat wayang suket. Sampe bengong gitu. Hehe.

Tiba-tiba bapaknya bilang: "habis ini ada penilaian ya. Buat wayang nya sebagus mungkin. Yang paling bagus nanti saya kasih hadiah". Wadoh... gak mungkin menang aku pak.. 😑 Mirip aja kagak, Apa lagi bagus. Hmmm.

Alhasil, cewek ini pemenangnya.


Mbak-mbak ini dapet wayang suket dewi surti. Hmmm. Udah gitu bagus lagi wayangnya. Lain kali, aku akan berusaha. Berusaha mendapatkanmu mbak. Eh, berusaha membuat wayang yang bagus ding. Hehe.


Nah, itulah keseruan yang saya dapatkan di acara ini. Terima kasih semua. Tanpa kalian hari ahad ku jadi hambar. Semoga kapan-kapan aku diundang lagi di acara ini.


Terima kasih Mbak Mauren sudah mengundang DOSCOM.

TelusuRI x DUTAkola.
Comment Policy : Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.

Beri Komentar Tutup comment

Disqus Comments